Membuat Surat Keterangan Bebas TB (Certificate of Health) Visa Pelajar Korea Selatan (di Surabaya)

Hai guys,
Pada tulisan kali ini, saya akan share informasi yang berkaitan dengan studi ke luar negeri khususnya Korea Selatan. Salah satu dokumen wajib dimiliki adalah Surat Keterangan Bebas Tuberculosis (TB) / Certificate of Health. Apa dan bagaimana caranya? saya akan coba bagikan pengalaman saat membuat surat keterangan bebas TB (Certificate of Health). Semoga tulisan ini dapat memberikan informasi bagi teman-teman yang sedang atau nanti akan mengajukan visa ke Korea Selatan atau negara lain dengan persyaratan memiliki Surat Keterangan Bebas TB.

Yuk, langsung dimulai saja..
Visa yang digunakan untuk studi di Korea Selatan adalah jenis visa D-2 (Pelajar). untuk syarat apa yang dibutuhkan bisa dibaca di website kedubes Korea Selatan dan salah satu yang wajib adalah Certificate of Health (selengkapnya). Ternyata dokumen tersebut tidak bisa diurus di semua tempat (Rumah Sakit/Lab Klinik), Kedubes merilis daftar RS/Lab Klinik mitra yang mana bisa melayani pembuatan Certificate of Health. Waktu itu saya sedang domisili di Surabaya ya, dan kebetulan di Surabaya ada dua rumah sakit mitra yang ditunjuk yakni RS Premier dan RSUD Dr. Soetomo yang berada di Surabaya pusat (daftar lengkap dapat diliat di sini).
Sebenarnya ada keterangan tambahan bagi pemohon visa pelajar/kursus bahasa Korea bisa melakukan pembuatan surat tersebut di luar dari rumah sakit yang ditunjuk. Namun saran saya, jika memungkinkan lebih baik jika mengurus di rumah sakit yang sudah ditetapkan pihak Kedubes untuk menghindari hal buruk di kemudian hari.
Sumber : http://overseas.mofa.go.kr/

Setelah mengetahui informasi rumah sakit, kemudian saya mencoba untuk mencari informasi soal jadwal ke tiap rumah sakit. Pertama kali saya coba hubungi RSUD Dr. Soetomo melalui telepon yang tertera di website, tetapi dari semua nomor telepon yang saya hubungi tidak ada yang bisa. Saya lakukan beberapa kali hasil nya sama dan akhirnya saya memutuskan untuk mencari info dengan datang langsung kemudian hari. Sembari saya mencari informasi soal pembuatan Certificate of Health di internet dan dari beberapa blog yang saya baca ada yang menyebutkan biaya pembuatan di RSUD Dr Soetomo adalah Rp. 144.000.

Pada hari lain, saya mencoba hubungi RS Premier Surabaya via telepon, tapi saat itu tidak ada yang menjawab/telepon sedang sibuk. Akhirnya saya iseng untuk menghubungi via kolom saran yang tertera di website dan berharap medapatkan balasan. Ternyata keesokan harinya pihak RS Premier menghubungi saya via telepon dan memberikan informasi singkat. Singkatnya, pembuatan dan pemeriksaan untuk Certificate of Health di RS Premier dilakukan by appointment (harus buat janji dengan dokter) untuk menentukan tanggal dan waktu. Kita tidak perlu berpuasa karena kita hanya akan medical check up umum dan foto x-ray (Thorax). Untuk jadwal layanan medical check up RS Premier adalah Senin-Jumat dari jam 08.00 - 15.00 WIB, dan biaya yang dibutuhkan adalah sekitar Rp. 550.000.

Setelah mencari informasi dan beberapa pertimbangan, saya memutuskan untuk mencoba membuat Certificate of Health di RSUD Dr Soetomo. Waktu itu hari Selasa, saya sampai di lokasi sekitar jam 07.45 WIB (hari Sabtu Libur) dan suasana nya sangat ramai, maklum karena rumah sakit ini adalah salah satu yang terbaik di Jawa Timur. Saya langsung menuju ke Gedung Diagnostic Center (letaknya di sebelah gedung Instalasi Rawat Darurat). Langsung saja naik tangga/lift menuju lantai 3 (paling atas) di sudut gedung, karena di sanalah ruang medical check up berada. Bagi orang yang pertama kali datang ke sana pasti bingung, karena tidak ada papan informasi bagian pendaftaran/lainnya (kecuali bagian kasir). Waktu itu saya langsung bertanya ke bagian kasir, dan diarahkan ke meja mana untuk mendaftar. Jangan bingung, ikutilah arahan dari petugas saja. Nah saat mendaftar pastikan sudah menyiapkan berkas berikut :
  • Fotokopi Paspor (1 lembar)
  • Fotokopi e-KTP (1 lembar) + Asli
  • Form Certificate of Health (TB) dari Kedutaan (2 rangkap), pengalaman penulis kenapa harus 2 rangkap karena nanti dokter akan menulis hasil pemeriksaan di form dan disalin/diketik oleh petugas sehingga butuh form kosong lagi.
  • Pas foto 3x4 dengan latar putih (1 lembar), untuk ditempel di form
  • Uang
Proses pertama adalah pendaftaran, petugas akan bertanya apa keperluan kita dan kita menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan (sesuai poin di atas). Beri tahu petugas bahwa kita akan membuat Surat Keterangan Bebas TB untuk Visa Pelajar Korea Selatan. Setelah berkas diserahkan, kita diarahkan ke meja di sebelahnya untuk proses selanjutnya. Proses kedua adalah isi biodata dan periksa tekanan darah saja. Selesai proses tersebut, petugas menyuruh kita menunggu untuk giliran masuk ke ruangan dokter untuk diperiksa. Disini jangan heran dan bingung lagi, tidak ada nomor antrian atau apapun, sehingga patokan kita adalah instruksi petugas (mulai ngelus dada). Setelah menunggu kurang lebih 10 menit, saya akhirnya masuk ke dalam ruang dokter. Di dalam ruangan dokter akan bertanya singkat tentang riwayat kesehatan lalu dilakukan pemeriksaan singkat. Selesai diperiksa, dokter menginformasikan proses terakhir adalah foto x-ray (Thorax). Dokter memberikan informasi tambahan, jika hasil foto dinyatakan baik maka proses selesai (Certificati of Health bisa didapat), tapi jika tidak akan dilakukan tes khusus untuk deteksi TB, dan setelah itu saya dipersilakan menunggu di luar. Beberapa saat menunggu, kasir memanggil untuk melakukan pembayaran, dan biayanya ternyata tidak terlalu mahal yakni Rp. 144.000, setelah itu saya dipersilakan duduk lagi untuk menunggu (lagi).

Kala itu saya menunggu sekitar 15 menit dan sudah jam 09.05 (saat itu saya harus segera masuk kantor), tapi tidak kunjung ada panggilan untuk foto, akhirnya saya nekat bertanya ke petugas kenapa belum ada panggilan. Namun saat itu saya kecewa dengan respon petugas, bukannya memberikan informasi dengan baik malah seakan memarahi saya karena saya dianggap tidak sabar dan mengatakan saya banyak bertanya kepada petugas yang lain (Please ya, saya ini pasien yang harus dilayani dan sudah seharusnya petugas memperlakukan pasien dengan baik. Lha wong tidak ada informasi yang jelas, wajar dong saya bertanya. Mohon petugas bisa lebih profesional lagi dalam melayani pasien). Singkat kata, saya ternyata disuruh menunggu pasien lain yang akan melakukan foto x-ray juga dan petugas yang akan mengantar ke ruang x-ray (lantai 2) yang masih mengurusi hal lain (mbo ya bilang dari tadi, apa susahnya). Dan panggilan itu akhirnya datang oleh petugas yang akan mengantar saya ke ruang foto x-ray (ternyata itu petugas sama yang melayani proses pendaftaran tadi). Akhirnya bersama petugas dan satu pasien lain, saya menuju ke ruang foto x-ray di lantai 2 rumah sakit.

Setelah itu saya harus kembali antri untuk dipanggil masuk ke dalam. Saat itu cukup banyak pasien yang mengantri juga untuk proses foto x-ray. Di sana terdapat 2 ruangan berbeda untuk pasien laki-laki dan perempuan. Setelah menunggu sekitar 15 menit saya dipanggil masuk, di dalam kita tidak perlu lepas pakaian ternyata (cukup mengeluarkan semua benda di kantong baju) lalu ikuti instruksi petugas. Proses foto tidak lama, hanya berlangsung sekitar 2-3 menit saja dan proses selesai. Sayang nya hasil foto tidak dapat diambil pada hari itu dan bisa diambil keesokan hari nya (pada siang hari) dan akhirnya saya berangkat menuju kantor.

Kebetulan saya tidak bisa ambil hasil foto keesokan harinya, tapi esok lusa. Saya langsung menuju ke lantai 3 (bagian Medical Check Up) dan menanyakan hasil foto saya. Setelah itu saya diberikan hasil foto tapi tidak boleh langsung pulang karena hasil tersebut ternyata harus dibaca oleh dokter bagian Medical Check Up. Akhirnya saya masuk ke ruangan, dan setelah melihat hasilnya dokter menyatakan hasilnya bagus / sehat (di dalam hati saya mengucap syukur karena hasilnya sehat). Dokter selanjutnya menulis hasil pemeriksaan di form dan meminta saya menyerahkan form tersebut ke petugas untuk diketik ulang. Setelah itu saya keluar lalu menyerahkan form tersebut ke petugas, dan petugas menyalin (dengan mesin ketik manual) di form yang baru, tempel foto dan stempel. Teman-teman akan mendapatkan hasil foto x-ray, lembar hasil asli, dan form Certificate of Health (jangan sampai hilang ya).

Dan selesailah pembuatan Surat Keterangan Bebas TB (Certificate of Health) yang cukup panjang ini (hehe). Sebelum teman-teman pergi, pastikan data dan hasil yang disalin pada form oleh petugas sudah benar/sesuai, dan jangan lupa untuk fotokopi/scan ya guys untuk pribadi. Yup, sekarang teman-teman bisa segera mengajukan visa ke Kedubes Korea Selatan.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan Good Luck Guys !

** 
Beberapa foto lokasi Medical Check Up di RSUD Dr Soetomo Surabaya

Sumber: Dokumen Pribadi

** Tambahan **
Alamat RSUD Dr Soetomo,
Jl. Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.6-8, Airlangga, Gubeng, Kota SBY, Jawa Timur 60286, Indonesia
 
Persyaratan dan Form Visa Pelajar Korea Selatan dapat dibaca di sini.
Persyaratan dan Form untuk Certificate of Health dapat dibaca di sini.

**Untuk harga pembuatan Certificate of Health bisa berubah sewaktu-waktu (sesuai kebijakan rumah sakit terkait)

Comments